Thalaq Karena Terpaksa

Terpaksa artinya tidak punya keinginan dan tidak punya pilihan. Kehendak dan ikhtiar adalah dasar dari pada taklif atau beban agama. Apabila keduanya tidak ada berarti tidak ada taklif dan orang yang terpaksa tidak akan diminta pertanggungjawab, karena kehendaknya terampas, seperti orang yang dipaksa untuk mengaku kafir, tidak dianggap kafir, sesuai dengan firman Allah SWT: “Dimaafkan atas umatku kekeliruan, lupa dan karena terpaksa.” (Riwayet Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Daruquthni, Thabrani dan Al-Hakim)

Pendapat ini dipegangi oleh Imam Malik, Syafi’i, Ahmad dan Dawud bin Ali Azh-Zhahiri. Mereka adalah dari kalangan ulama fiqh, Demikian pula pendapat Amirul Mukminin Umar bin Khathab r.a dan anaknya Abdullah bin Umar, Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas.

Abu Hanifah beserta sahabat-sahabatnya berkata bahwa thalaq dengan paksaan tetap jatuh, tetapi mereka tidak mempunyai alasan yang lebih kuat dari alasan yang dikemukakan oleh jumhun sahabat.

Tinggalkan Balasan