Thalaq Karena Marah

Yang dimaksud dengan marah di sini ialah marah yang membuat orangnya tidak sadar akan ucapannya, tidak tahu apa yang keluar dari mulutnya. Thalaq semacam ini tidak jatuh, karena orangnya tidak berkehendak menthalaq.

Riwayat dari Rasulullah SAW menerangkan: “Tidak sah thalaq dan memerdekakan budak dalam keadaan marah.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Aisyah)

Maksud kata ighlaq ialah marah. Ada pula yang mengartikan terpaksa atau gila.

Hakikat ighlaq menurut Ibnu Taimiyah ialah orang yang hatinya tertutup, ia tidak berniat dalam bicaranya, seakan-akan maksud dan kehendaknya itu tertutup, termasuk di dalamnya thalaq orang yang terpaksa, gila, tidak waras akalnya karena mabuk atau marah dan segala yang disengaja dan ucapan yang tidak disadari.

Marah itu ada tiga macam:

  1. Yang menghilangkan akal, orangnya tidak menyadari ucapannya, thalaqnya tidak jatuh.
  2. Marah yang pada dasarnya tidak mencegah orangnya untuk menyadari ucapannya, thalaqnya jatuh.
  3. Sangat marah tetapi beda antara niat dengan ucapannya dan ia akan menyesali ucapannya. Di sinilah letak perbedaan pendapat, dan pendapat yang menganggap tidak jatuh thalaqnya, dianggap lebih kuat.

Tinggalkan Balasan