Thalaq Bergurau

Kebanyakan ahli fiqh sependapat bahwa thalaq yang diucapkan dengan bergurau atau main-main dianggap jatuh thalaqnya, sama seperti nikah yang dilakukan dengan bergurau juga sah hukumnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiga perkara yang dilakukan sungguh-sungguh dianggap sungguhan dan yang dilakukan dengan bergurau juga dianggap sungguhan, yaitu nikah, thalaq dan rujuk.” (Riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa thalaq yang diucapkan dengan main-main dianggap tidak jatuh. Di antara ulama yang berpendapat demikian ialah Al-Baqir dan Ash-Shadiq dari kalangan ahlul bait (Syiah). Pendapat ini juga dipegangi oleh madzhab Malik dan Ahmad, tetapi mereka mensyaratkan adanya kerelaan, yang diucapkan dengan lisan dan diketahui makna dan maksudnya. Apabila tidak ada niat tidak ada tujuan mencerai, maka dianggap sama seperti sumpah yang diucapkan dengan main-main.

Allah SWT berfirman: “Apabila mereka berniat untuk menceraikannya maka Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (QS.2, Al-Baqarah:227)

Azam atau maksud artinya kesengajaan dari orang yang melakukannya, kesengajaan untuk melaksanakan tujuan atau meninggalkannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Bahwasanya amal perbuatan itu dinilai menurut niatnya.”

Sedangkan thalaq itu adalah perbuatan yang memerlukan niat dan thalaq main-main tidak mempunyai niat.

Al-Bukhari meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas: “Bahwasanya thalaq itu menurut niatnya.”

Tinggalkan Balasan