Pahala Beramal dengan Al-Qur’an dan Sunnah

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah adalah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (Ali Imran[3]:31)

Firman-Nya yang lain,

“Siapa saja yang menaati Rasul, maka dia telah menaati Allah.” (an-Nisa[4]:80)

   Allah SWT juga berfirman,

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin ketika dipanggil menuju Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami mematuhi.” Mereka adalah orang-orang yang beruntung. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (an-Nur[24]:51-52)

Firman Allah SWT yang lain,

“Orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakan dan menolongnya, serta mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung. Katakanlah, “Hai manusia, aku adalah utusan Allah kepada kalian, Zat Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Zat yang menghidupkan dan mematikan. Berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi dan beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya. Ikutilah dia! Agar kalian mendapat petunjuk.” (al-A’raf[7]:157-158)

 

  1. Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang makan makanan yang baik dan halal, beramal sesuai sunah dan tidak mengganggu orang lain, dia pasti masuk Surga.” Para sahabat berkata, “Rasulullah, umat anda yang demikian itu sangat banyak.” Rasulullah SAW bersabda, “Itu akan terjadi pada umat sepeninggalku nanti.” (HR Ibnu Abu ad-Dunya)
  2. Abu Syuraih al-Khuza’i pernah berkata, “Pada suatu saat, Rasulullah SAW keluar menemui kami seraya bertanya, ‘Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan-Nya?’ para sahabat menjawab, ‘Benar, Rasulullah.’ Beliau melanjutkan sabdanya, ‘Satu sisi Al-Qur’an ini berada di dalam genggaman Allah, sementara sisi yang lain berada ditangan kalian, jadikanlah ia pedoman, maka kalian tidak akan tersesat dan celaka.’” (HR ath-Thabrani)
  3. ‘Irbadh bin Sariyah pernah berkata, “Pada suatu kesempatan, Rasulullah memberi wejangan yang menggetarkan hati dan membuat air mata berlinang. Kemudian saya bertanya, ‘Rasulullah, seolah ini merupakan wejangan perpisahan, berilah kami wasiat.’ Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun kalian akan dipimpin oleh seorang budak, siapa saja di antara kalian yang masih hidup, akan melihat banyak perbedaan, maka ikutilah sunahku dan sunah Khulafaur-Rasyidin, peganglah dengan erat, gigitlah dengan geraham dan hindarilah segala bentuk bid’ah, karena setiap bid’ah akan membawa pada kesesatan.” (HR Abu Dawud)
  4. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mengikuti sunahku di saat umat ini sudah rusak, dia telah mendapat pahala seperti pahala orang yang mati syahid.” (HR ath-Thabrani)
  5. Ibnu ‘Umar meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal ada semangat yang memicu. Setiap semangat itu ada periodenya. Orang yang periodenya tertuju kepada sunahku, maka dia telah mendapat petunjuk, dan orang yang periodenya tertuju kepada yang lain, maka dia telah celaka.” (HR Ibnu Hibban)
  6. ‘Amr bin ‘Auf meriwayatkan Rasulullah SAW berkata kepada Bilal bin al-Harist, “Bilal, ketahuilah!” Bilal menjawab, “Apa yang harus saya ketahui, Rasul?” Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Ketahuilah, orang yang mengajarkan satu sunahku setelah kepergianku, niscaya dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa harus mengurangi pahala si pengamal sedikit pun. Sebaliknya, orang yang berbuat satu bid’ah sesat, yang tidak di ridhai Allah dan Rasul-Nya, niscaya dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengamalkannya, tanpa harus mengurangi dosa si pengamal sedikit pun.” (HR Ibnu Majah)

Tinggalkan Balasan