Orang yang Berhak Menjatuhkan Thalaq

Ulama fiqh sependapat bahwa suami yang waras akalnya, dewasa dan orang yang bebas menentukan keinginannya berhak menjatuhkan thalaq atas isterinya.

apabila terpaksa, atau gila atau masih kanak-kanak, maka thalaqnya dianggap main-main, karena thalaq adalah perbuatan yang mempunyai akibat hukum atas suami isteri.

Thalaq harus dijatuhkan oleh orang yang mempunyai kecakapan (ahliyyah) penuh sehingga perbuatannya itu dapat diakui secara hukum. Kecakapan ini dapat sempurna apabila orangnya itu waras pikirannya, dewasa dan mempunyai kemampuan untuk memilih.

Rasulullah SAW bersabda: “Dibebaskan dosa dari tiga macam orang, orang yang tidur sampai ia bangun, anak-anak sampai ia dewasa dan orang dila sampai ia sembuh dari gila.”

Rasulullah SAW bersabda: “Semua thalaq itu sah kecuali thalaq orang yang tidak waras akalnya.” (Riwayat Tirmidzi dan hadis mauquf riwayat Bukhari)

Para ulama berbeda pendapat mengenai thalaq yang diucapkan oleh orang sedang marah, mabuk, karena terpaksa, bergurau, thalaq orang yang bingung dan thalaq karena lupa.

Tinggalkan Balasan