Jenis Narkoba Yang Sering di Salahgunakan

Berikut ini adalah beberapa jenis Narkoba yang sering disalah-gunakan masyarakat kita khususnya generasi mudah yang pendek jalan pikirannya:

  1. Opiada/Putaw
    Opiada, terdapat 3 golongan besar:
  • Opioda alamiah (Opiat): Morfin, Opium, Codein.
  • Opioda semisintetik: Heroin/Puttaw, Hidromorfin.
  • Opioda sintetik: Metadon

Nama atau istilah yang sering digunakan dari Puttaw antara lain: PTW, Black Heroin, Brown Sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opiun Poppy yang diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan puttaw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin. Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin,Codein dan Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada operasi, penderita kanker.

  1. Kokain
    istilah kokain seringkali disebut: Koka, Coke, Happy Dust, Chalie, Srepet, Snow/Salju. Kokain berupa Kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Cara pemakaiannya: membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
  2. Kanabis
    ada beberapa istulah atau sebutan bagi kanabis, antara lain: Cimeng, Ganja, Gelek, Hasish, Marijuana, Grass, Bhang. Jenis ini berasal dari tanaman kanabis sativa atau kenabis indica.
    Cara penggunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok
  3. Amphetamine
    Istilah yang sering digunakan oleh para pengguna atau pengedar adalah: Seed, Meth, Crystal, Whiz. Bentuknya ada yang bubuk berwarna putih dan keabuan dan juga ada yang berbentuk tablet.
    Cara penggunaan: dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
    Ada 2 jenis Amphetamine:
  4. MDMA (Methylene Dioxy Metamphetamine)
    Istilah yang seing digunakan antara lain: Inex, ekstasi/XTC. Pengemasan zat ini dalam bentuk tablet dan kapsul.
  5. Metamphetamine Ice
    Istilah yang sering digunakan adalah: Shabu, SS, Ice.
    Cara penggunaan dibakar dengan menggunakan aluminium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus, yang biasanya disebut bong.
  6. LSD (Lysergic Acid)
    Jenis ini termasuk dalam golongan halusinogon. Nama atau istilah lain dari LSD ini antara lain: Acid, Trips, Tabs, dan Kertas. Sedangkan bentunya biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar dan juga ada yang berbentuk pil dan kapsul.
    Cara penggunaan: meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian, menghilang setelah 8-12 jam.
  7. Sedatif – Hipnotik (Benzodiazepin)

Termasuk golongan zat sedative (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur). Nama atau istilah yang sering digunakan antara lain: BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian: dengan diminum, disuntikkan atau dimasukkan lewat anus. Dalam bidang medis umumnya digunakan untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress juga sebagai obat tidur.

  1. Solvent / Inhalasi

Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya antara lain: Aerosol, Lem, Isi Korek Api Gas, Tiner, Cairan untuk Dry Cleaning, Uap bensin. Zat ini biasanya digunakan dengan cara coba-coba oleh anak di bawah umur, pada orang golongan yang kurang mampu.

  1. Alkohol
    Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. Diperoleh dari proses fermentsi madu, gula, sari buah dan umbi-umbian yang menghasilkan kadar alcohol tidak lebih dari 15%, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alcohol yang lebih tinggi, bahkan 100%. Istilah dalam alcohol ini biasanya disebut: Booze dan Drink.

Berbagai macam narkoba atau NAPZA tersebut, sebenarnya merupakan obat yang dapat dimanfaatkan bagi dunia kesehatan dan pemgembangan ilmu pegetahuan. Dengan demikian, penggunaan narkotika dan psikotropika hanya untuk keperluan ilmu pengetahuan dan kesehatan serta berdasarkan petimbangan para tenaga medis dan dokter dengan tetap mengacu pada ketentuan peundang-undangan yang berlaku.

 

Hanya saja, yang menjadi persoalan keluarga, masyarakat, pemerintah dan LSM adalah adanya penyalah-gunaan narkoba yang kerap kali dilakukan oleh sebagian masyarkat, yang dalam hal ini adalah para remaja. Tindakan penyalagunaan obat-obat tersebut (Narkoba dan Psikotropika) tidak hanya akan membahayakan kesehatan fisik, tetapi juga merusak kesehatan psikis dan bahkan kesehatan masyarakat (social).

 

Proses penyalahgunaan obat-obatan itulah yang kemudian menimbulkan kegelisahan berbagai kalangan, sehingga kemudian mereka melarang masyarakat, utamanya kelompok remaja agar tidak sekali-kali mencoba menyalah-gunakan jenis obat-obatan tersebut, karena akan mengakibatkan efek negarif dan bahkan bisa mengakibatkan kamatian.

Tinggalkan Balasan