Hidup Tanpa Kemewahan

Wanita muslim yang shalih akan menyediakan hidangannya sesuai dengan keperluan, sehingga tiada makanan yang tersisa seusai disantap yang memberi kesan berlebih-lebihan dan sikap yang buruk dalam mengurus rumah tangga. Teladan yang terbaik dalam hal ini adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah RA sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadits bersumberkan darinya yang mengatakan:

“Belum pernah ada roti gandum yang tersisa di atas hidangan Rasulullah SAW baik sedikit maupun banyak.”

Dalam riwayat lain disebutkan sebagai berikut:

“Aku sama sekali belum pernah mengangkat hidangan dari hadapan Rasulullah SAW seusai disantap olehnya, sedang padanya masih tersisa sedikit lebihan dari makanan.”

 

Di antara hal yang dilarang oleh Islam dan dianggap sebagai sikap berlebihan dalam penghidupan adalah menggunakan peralatan dapur dari emas dan perak untuk makan dan minum.

Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Orang yang minum dengan memakai bejana dari perak, tiada lain hanya memasukkan api neraka Jahannam ke dalam perutnya.”

 

Dalam riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang yang makan atau minum dengan memakai perabotan dari emas dan perak, tiada lain hanya memasukkan api neraka Jahannam ke dalam perutnya.”

 

Sebenarnya Islam sangat bijaksana dalam pengharaman ini, sebab perbuatan ini termasuk hal yang bersifat sekunder dan ciri khas sari gaya hidup orang yang suka foya-foya. Padahal Islam selamanya menganjurkan kepada para pemeluknya untuk hidup sederhana dan tidak mewah. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada sahabat Mu’adz bin Jabal saat beliau mengutusnya ke negri Yaman:

“Janganlah kamu bergaya hidup mewah, karena sesungguhnya hamba-hamba Allah bukanlah orang-orang yang suka hidup mewah.”

Tinggalkan Balasan