Larangan Mencaritakan Rahasia Kamar

Menceritakan tentang hubungan suami istri di tempat umum berlawanan dengan muru’ah dan sopan santun Islam. Sebaiknya dihindari selama tidak diperlukan. Apabila diperlukan untuk menceritakan (misalnya untuk keperluan pengobatan) maka tidaklah mengapa. Pernah seorang perempuan menuduh bahwa suaminya tidak mampu menggaulinya, maka suami membantah: Ya Rasulullah sungguh saya goyang-goyangkan dia seperti saya menggoyang kulit.”

 

Menyebar-luaskan cerita tentang hubungan suami istri di tempat tidur diharamkan oleh agama. Rasulullah SAW bersabda: “Sejahat-jahatnya orang di sisi Allah nanti di hari kiamat ialah seorang laki-laki dan perempuan bersetubuh kemudian menyebar-luaskan rahasianya.” (Riwayat Ahmad dari Abu Sa’id)

 

Suatu ketika Rasulullah SAW shalat, sesudah salam beliau menghadap kepada jamaah dan bersabda: “Tetaplah ditempatmu, apakah ada di antara kamu yang mendatangi istrimu, menutup pintu dan memasang tirainya kemudian keluar dan bercerita: Aku telah berbuat demikian dengan istriku, saya lakukan demikian dengan istriku.”

 

Para sahabat diam. Kemudian Rasulullah SAW menghadap kepada kaum perempuan. Beliau bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang menceritakan?”

 

Kemudian anak perempuan Ka’ab menarik salah satu lututnya, ia bangkit agar terlihat dan didengar oleh Rasulullah SAW. anak perempuan itu berkata, “Demi Allah orang laki-laki suka mengatakannya dan orang perempuan juga mengatakannya.”

 

Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu seperti apakah mereka yang suka berbuat demikian? Orang yang berbuat seperti itu adalah seperti setan laki-laki dan setan perempuan, salah seorang diantara mereka mendatangi istrinya untuk memuaskan nafsunya dan orang-orang pada melihatnya.” (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Tinggalkan Balasan