Pengorbanan Seorang Ibu

Salah seorang anggota pertahanan sipil (pemadam kebakaran) menuturkan kisahnya sebagai berikut:

Kami sampai pada sebuah rumah yang sedang terbakar. Di dalam rumah, ada seorang ibu dengan tiga anaknya. Api berasal dari salah satu kamar. Sang ibu berusaha keluar dari rumah, tetapi semua pintu terkunci rapat. Kemudian ia dengan ketiga anaknya bergegas naik ke atap rumah agar bisa keluar melalui pintunya, ternyata terkunci juga. Ia berusaha membukanya, tetapi tidak juga berhasil. Ia terus berupaya membukanya, hingga keletihan menghentikan upayanya. Api pun semakin naik, memenuhi seluruh isi rumah. Nafas mulai terasa sesak. Ia rangkul anak-anaknya. Mereka dipeluknya erat, sementara tubuh mereka menempel pada lantai yang ada di bawahnya, agar mereka tidak terkena asap yang makin pekat. Meskipun sang ibu harus tetap menghirupnya.

Para petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi. Mereka mendapati wanita itu terkapar, tengkurap. Mereka angkat perempuan itu dan ternyata dibawahnya tergeletak tiga anak kecil dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Bagaikan seekor burung yang memberi perlindungan pada anak-anaknya, menjauhkan mereka dari segala mara bahaya.

Pria itu berkata, “Demi Allah, kami mendapati ujung jari-jemarinya remuk dan kukunya putus.” Tampaknya ia sesekali berusaha membuka pintu. Lalu kembali melindungi anak-anaknya dari gejolak kobaran api dan asap yang mencekik. Sampai akhirnya ia meregang nyawa. Menorahkan kisah kepahlawanan, pengorbanan dan kasih sayang yang tulus.

Saudaraku yang budiman, sudahkah kita tahu betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya?..

Tinggalkan Balasan